Warta

Persoalan Sampah Kekinian di Samarinda, dari Produksi hingga Solusi

KLIKSAMARINDA – Persoalan sampah di Kota Samarinda, Ibu Kota Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) terus menjadi perhatian utama pemerintah.

Saat ini, produksi sampah harian di Samarinda telah mencapai lebih dari 600 ton. Berbagai upaya pun terus dilakukan pemerintah untuk mengelola limbah secara lebih efektif.

Satu langkah yang kini tengah dipersiapkan adalah pembangunan insinerator.

Langkah ini menjadi bagian dari solusi jangka panjang Pemkot Samarinda untuk mengurangi volume sampah serta mengurangi beban Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Samarinda, melalui Kepala Bidang Pengolahan Sampah dan Limbah B3, Boy Leonardo Sianipar, mengungkapkan bahwa saat ini proyek insinerator telah memasuki tahap survei lokasi dan perencanaan teknis.

“Kami bekerja sama dengan berbagai instansi terkait seperti Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk memastikan pembangunan ini berjalan sesuai rencana,” jelasnya belum lama ini.

Namun, selain proyek jangka panjang tersebut, DLH Samarinda juga harus menghadapi tantangan operasional harian.

Tantangan ini terutama terkait dengan armada pengangkut sampah.

Boy Leonardo Sianipar mengungkapkan ada beberapa armada mengalami kerusakan dalam waktu yang berdekatan. Kerusakan ini diduga dipengaruhi oleh faktor cuaca dan usia kendaraan.

“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak bengkel rekanan agar perbaikan bisa diprioritaskan ini bukan hanya kepentingan dinas, tetapi juga kepentingan kota,” ucapnya.

Menjelang dan selama bulan Ramadan, tren produksi sampah di Samarinda mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

Data DLH Samarinda menunjukkan adanya lonjakan sekitar 10–15 persen di awal Ramadan.

Kenaikan ini dipicu oleh aktivitas bersih-bersih rumah warga sebelum memasuki bulan suci.

“Di minggu pertama Ramadan, peningkatannya belum terlalu terasa, tetapi menjelang Idulfitri, lonjakannya bisa mencapai 30 persen,” ungkap Boy.

DLH Samarinda telah menyiapkan strategi untuk mengantisipasi lonjakan tersebut dengan memaksimalkan armada yang tersedia.

“Kami tetap mengoptimalkan yang kami punya. Bahkan jika diperlukan, skenario lembur sudah kami siapkan agar kebersihan kota tetap terjaga,” tegasnya.

Saat ini, DLH Kota Samarinda mengoperasikan 67 unit armada pengangkut sampah.

Armada terdiri dari 41 dump truck dan 26 armroll. Setiap harinya, kendaraan-kendaraan ini melakukan rata-rata 200 perjalanan ke TPA untuk membuang sampah.

“Petugas kami yang berjumlah 315 orang bekerja keras setiap hari. Kami tidak pernah menyerah dalam menjaga kebersihan Samarinda,” pungkasnya. (Pia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *